Sabtu, 01 Oktober 2011

Taksonomi Tumbuhan_Petunjuk Praktikum


ACARA  I
KLASIFIKASI

A. Tujuan
Mahasiswa mampu menggunakan ciri-ciri morfologi tumbuhan untuk melakukan klasifikasi.

B.  Tinjauan Pustaka
Klasifikasi tumbuhan merupakan suatu kegiatan pengelompokan obyek studi dalam hal ini tumbuhan yang beranekaragam kedalam beberapa golongan atau unit-unit tertentu. Unit-unit inilah yang sekarang disebut sebagai takson. Klasifikasi bertujuan untuk menyederhanakan obyek studi yang pada hakekatnya berdasar pada pencarian kesamaan dan keanekaragaman. Takson yang anggotanya menunjukkan kesamaan sifat yang banyak merupakan takson yang lebih kecil daripada suatu takson yang anggotanya menunjukkan kesamaan yang lebih sedikit. Urutan takson dari yang paling besar ke yang kecil adalah divisi (divisio), kelas (classis), bangsa (ordo), suku (familia), rumpun (tribus), marga (genus), seksi (sectio), seri (series), jenis (species), varitas (varietas), bentuk (forma).
Beberapa macam sistem klasifikasi dalam dunia taksonomi adalah sebagai berikut.
1.      Klasifikasi artifisial, dilakukan untuk penyederhanaan obyek studi dalam bentuk ikhtisar ringkas seluruh tumbuhan
2.      Klasifikasi sistem alami, selain untuk menyederhanakan obyek studi juga mencerminkan apa yang sebenarnya dikehendaki oleh alam
3.      Klasifikasi sistem filogenetik, bertujuan untuk mengetahui jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara golongan tumbuhan serta urutannya dalam sejarah perkembangan filogenetik tumbuhan.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung perkembangan ilmu taksonomi. Kesamaan atau kekerabatan zat kimia yang terkandung dalam organ maupun jaringan tumbuhan dapat digunakan sebagai dasar pengklasifikasian tumbuhan. Kajian pendekatan seperti ini dikenal dengan sebutan kemotaksonomi.
Teknologi dalam bidang komputer semakin berkembang dan kini telah banyak digunakan juga untuk bidang taksonomi. Cabang taksonomi taksimetri berusaha untuk menentukan hubungan kekerabatan melalui sistem pemberian nilai (skor) untuk kemiripan yang terdapat pada organ yang sama pada dua kelompok tumbuhan yang berbeda, kemudian dengan menggunakan komputer dilakukan analisis kelompok (cluster analysis) dibentuk kelompok-kelompok yang menggambarkan hubungan kekerabatan diantara anggota-anggota kelompok.

C. Bahan
Beberapa batang/cabang yang mendukung beberapa daun dari tumbuhan yang ada di sekitar kampus

D.  Cara kerja
1.       Cari dan kumpulkan sampel berupa batang/cabang yang mendukung beberapa daun dari jenis-jenis tumbuhan yang ada di sekitar kampus
2.       Masing-masing sampel diamati ciri-ciri morfologinya untuk digunakan dalam kegiatan klasifikasi
3.       Pisahkan sampel menjadi 2 golongan dengan menggunakan sifat-sifat morfologi yang jelas berbeda
4.       Pengelompokan sampel dilakukan berdasarkan persamaan sifat dan ciri yang ada.
5.       Lakukan pemisahan anggota kelompok secara dikotomis mulai dari ciri yang paling umum, demikian seterusnya hingga dihasilkan kelompok yang hanya beranggotakan satu jenis sampel saja.
6.       Buat diagram dikotomi dari hasil pemisahan kelompok tersebut.





URAIAN  HASIL  PRAKTIKUM

Sp. HSp. GSp. FSp. ESp. DSp. CSp. BSp. ADAUN
ACARA  II
KUNCI  DETERMINASI

A. Tujuan
Mahasiswa mampu membuat kunci determinasi tumbuhan dan dapat melakukan identifikasi.

B. Tinjauan Pustaka
Penyusunan kunci determinasi memerlukan pengetahuan yang cukup tentang morfologi dan gaya membedakan sifat-sifat golongan yang satu dan yang lainnya dengan seksama.
Ada dua macam kunci determinasi, yaitu :
1.       Yoked key atau  indented key, dilakukan bila bahan hanya sedikit karena memerlukan banyak ruangan, tetapi keuntungannya akan lebih cepat dan lebih jelas untuk pengenalan.
2.       Braketed key atau parallel key, dilakukan bila bahan lebih banyak, memerlukan sedikit ruangan tetapi kurang cepat untuk digunakan mendeterminasi.
Contoh
Parallel key untuk familia Cucurbitaceae
1a. Sulur sederhana, tidak menggarpu atau tidak bercabang . . . . . . . . . 2
1b. Sulur menggarpu atau bercabang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
2a. Bunga betina masing-masing dengan 3 staminodia kecil. Bryonopsis
2b. Bunga betina tanpa staminodia . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
3a. Bunga jantan dengan braktea bentuk perisai . . . . . . . . . . Momordica
3b. Bunga jantan tanpa braktea . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Cucumis
4a. Daun bercangap . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  5
4b. Daun berlekuk . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  6
5a. Berumah satu, bunga kuning terang . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  Citrulus
5b. Berumah dua, bunga kehijauan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  Abobra
6a. Bunga jantan dengan hypanthium panjang,bunga putih . . .Lagenaria
6b. Bunga jantan dengan hypanthium pendek atau tidak ada,
      bunga kuning . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Benincasa
Indented key untuk famili Cucurbitaceae
1.Sulur  sederhana, tidak menggarpu atau bercabang.
2. Bunga betina dengan 3 staminodia kecil . . . . . . . . . . . .  Bryonopsis
2.  Bunga betina tanpa staminodia.
3. Bunga jantan dengan braktea bentuk perisai . . . . . . . . Momordica
3. Bunga jantan tidak berbraktea . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Cucumis
1.Sulur menggarpu atau bercabang.
    4. Daun bercangap
         5. Berumah satu, bunga kuning terang . . . . . . . . . . . . . . . . Citrulus
         5. Berumah dua, bunga kehijauan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Abobra
     4. Daun berlekuk
         6. Bunga jantan dengan hypanthium panjang,bunga putih . . . . . Lagenaria
           6. Bunga jantan dengan hypanthium pendek atau tidak ada,
               bunga kuning . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Benincasa
Keterangan
1.      Baris-baris yang bernomor sama disebut dengan kuplet (couplet)
2.     Masing-masing baris dari kuplet disebut bait (lead)
3.     Tiap baris terdiri dari kata pokok (subyek) dan keterangan (obyek). Jadi pada contoh di atas, bait 1 : sulur adalah subyek dan sederhana dan seterusnya adalah keterangan.
C.    Bahan
Beberapa macam batang/cabang yang pendukung beberapa helai daun dari tumbuhan yang ada di sekitar kampus atau rumah praktikan.
D.  Cara kerja
1.   Pisahkan sampel menjadi 2 golongan dengan menggunakan sifat-sifat yang jelas berbeda
2.  Pilihlah sifat yang berlawanan. Sifat  yang  satu  menggambarkan  sifat definitif, sedang yang lain tak perlu bersifat definitif (dapat dipecah lagi)
3.   Gunakan kata pokok yang sama untuk kedua bait dalam satu kuplet
4.   Usahakan pada  kuplet  berikutnya  tidak  menggunakan  kata pokok yang sama lagi.
5.  Hindarkan penggunaan keterangan yang bersifat overlapping atau keterangan yang bersifat perbandingan
6.   Sedapat mungkin gunakan sifat makroskopis dalam pemisahan taksa

ACARA   III
KEANEKARAGAMAN  ALGA

A.  Tujuan Praktikum
1.   Mengenal beberapa jenis alga beserta bagian-bagiannya.
2.   Mengamati dan membandingkan karakter masing-masing specimen

B. Tinjauan Pustaka
Alga merupakan tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang dan daun yang sebenarnya, tetapi sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof. Tubuhnya terdiri atas satu sel (uniseluler) dan ada pula yang banyak sel (multi seluler). Alga uniseluler umumnya sebagai Fitoplankton sedang yang multiseluler dapat hidup sebagai Nekton, Bentos atau Perifiton.
Habitat alga adalah air atau di tempat basah, sebagai Epifit atau sebagai Endofit. Alga berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif.

BERDASARKAN PERBEDAAN PIGMEN, ALGA DIBAGI MENJADI 4 DIVISIO
1.      Chlorophyta (Alga hijau), mengandung pigmen hijau, yaitu klorofil
2.      Chrysophyta (Alga keemasan), memiliki pigmen Karoten, disamping adanya klorofil.
Contoh yang paling umum adalah Navicula sp. (Alga kresik = Diatomae), Alga ini mengandung zat kersik yaitu silikat.
3.      Phaeophyta (Alga pirang = Alga coklat), memiliki pigmen Fikosantin, disamping adanya klorofil. Semua anggotanya hidup di- laut.
4.      Rhodophyta (Alga merah), memiliki pigmen Fikoeritrin, di- samping adanya klorofil.

Klasifikasi Bahan Praktikum :
Divisi      :  Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta
Kelas       :  Chlorophyceae, Phaeophyceae, Rhodophyceae
Ordo       :  Ulvales, Siphonales, Dictyotales, Fucales, Gigartinales
Famili      :  Ulvaceae, Caulerpaceae, Dictyotaceae, Sargassaceae,
       Gracillariaceae

C.   Bahan 
Semua koleksi Alga, antara lain :

1.       Ulva sp.
2.       Padina sp.
3.       Caulerpa sp.
4.       Dictyota sp.
5.       Grassilaria sp.
6.       Turbinaria sp.
7.      Sargassum sp.
8.      Corallina sp.
9.      Halimeda sp.
10.  Gigartina sp.
11.  dll.


D.  Cara  Kerja
1.   Cari spesimen alga di sekitar pantai/ kolam.
2.  Specimen yang telah disiapkan diamati bagian-bagiannya satu persatu, serta dibuat gambar morfologisnya.
3.  Masing-masing specimen dibandingkan satu dengan yang lainnya, dan hasil pengamatan dicatat dalam tabel seperti di bawah ini :
No
Nama
Specimen
Karakteristik
Habitus
Akar
Batang
Daun
Organ reprodukif
Sifat ciri lain

















































URAIAN  BAHAN  PRAKTIKUM

 











3. Caulerpa racemosa
 



Caulerpa racemosa image 1






4. Caulerpa taxifolia
 



Caulerpa taxifolia image 1
Caulerpa taxifolia image 3





5. Dictyota sp.
 









6. Gracillaria sp.
 




















7. Sargassum sp.

 



Klasifikasi
Divisi      : Phaeophyta
Kelas      : Phaeophyceae
Ordo       : Fucales
Famili     : Sargassaceae
Genus    : Sargassum
Spesies  : Sargassum sp.

 












Keterangan :
1.     Thallus
2.     Filoid
3.     bladder
4.     Cauloid
 



Deskripsi :

Thallus berwarna coklat kehijauan, cauloid silindris, bercabang-cabang menyerupai tanaman tingkat tinggi. Mempunyai bladder (aerenkim/gelembung udara) bulat, ujung bulat atau runcing yang terletak diantara filoid. Holdfast berbentuk serabut (rizoid). Memiliki reseptakel yang didalamnya terdapat konseptakel yang berisi alat kelamain. Bladder dan reseptakel terletak diantara filoid.
 












8.Corallina sp.
 



Klasifikasi
Divisi      : Rhodophyta
Kelas      : Rhodophyceae
Ordo       :  Fucales
Famili     : Corallinaceae
Genus    : Corallina
Spesies  : Corallina sp.

 






Keterangan :
1.     Thallus
2.     Cauloid
4.     Holdfast
 




Deskripsi :

Thallus gepeng, bersegmen pendek, membentuk rumpun yang rimbun bertumpuk-tumpuk dengan percabangan alternate teratur. Substansi thallus keras karena mengandung kapur dan rapuh dengan warna merah pucat. Mempunyai holdfast untuk menempel pada substrat terumbu karang.
 















9. Halimeda sp.
 



Klasifikasi
Divisi      :  Chlorophyta
Kelas      :  Chlorophyceae
Ordo       :  Siphonales
Famili     :  Udoteaceae
Genus    :  Halimeda
Spesies  :  Halimeda sp.

 






Keterangan :
1.     Thallus
2.     Cauloid
3.     Holdfast
4.     Filoid
 






Deskripsi :

Pertumbuhan thalli kompak, warna hijua. Percabangan dichotomous atau trichotomous dengan segment-segment yang mempunyai permukaan kasar dan tepi berlekuk-lekuk. Diantara basal segment dan segment terdapat bantalan segment yang merupakan pertumbuhan segment. Holdfast berbentuk ubi, bulat atau bongkol sebagai alat pelekat pada substrat.
 














10. Gigartina sp.
 



Klasifikasi
Divisi      : Rhodophyta
Kelas      : Rhodophyceae
Ordo       :  Gigartinales
Famili     : Gigartinaceae
Genus    : Gigartina
Spesies  : Gigartina sp.

 





Keterangan :
1.     Thallus
2.     Cauloid
3.     Filoid
 





Deskripsi :

Thallus umumnya gepeng dan agak silindris kea rah bagian pangkal, ujung meruncing. Percabangan di atau tri chotomous membentuk rumpun yang merimbun ke bagian atas. Berwarna merah tua sampai kecoklatan. Tumbuh menempel pada batu terumbu.
 

ACARA   IV

KEANEKARAGAMAN LICHENES DAN LUMUT

A.  Tujuan Praktikum
1.       Mengenal beberapa jenis Lichenes dan Lumut beserta bagian-bagiannya.
2.       Mengamati dan membandingkan karakter masing-masing specimen

B. Tinjauan Pustaka
b.1. Lichenes
Lichenes merupakan bentuk simbiosis dari dua organisme yang berbeda, yaitu fungi (mycobiont) dan satu/dua algae atau cyanobacterium (fotobiont). Hasil simbisosis ini mempunyai bentuk yang sangat berbeda dengan bentuk fungi atau alga yang hidup sendirian.
Bentuk pertumbuhan thallus lichenes secara tradisional dapat dibedakan dalam 3 macam, yaitu crustose (seperti semak), fructicose dan foliose (lembaran).
Pengelompokan Lichenes didasarkan pada fungi yang menyusun-nya, yaitu Ascomycetes dan Basidiomycetes. Ascolichenes meliputi semua lichenes yang komponen funginya adalah Ascomycetes, sedangkan Basidiolichenes komponen funginya adalah Basidiomycetes.

b.2. Lumut (Bryophyta)
Beberapa sifat umum Lumut, antara lain:
1.   Tubuh masih berupa thallus
2.   Daun-daun terdiri atas satu lapis sel dan mempunyai rusuk tengah
3.   Tidak mempunyai jaringan vaskuler yang sesungguhnya, juga belum ada daun dan akar yang sesungguhnya.
4.   Gametofit mendominasi siklus hidup Bryophyta, sedangkan sporofit hidupnya pendek.

Klasifikasi Lumut bahan praktikum
Divisi      :  Bryophyta
Kelas       :  Hepaticopsida, Anthocerotopsida, Bryopsida
Ordo        :  Marchantiales, Anthocerotales, Spagnales
Famili      :  Marchantiaceae, Anthocerotaceae, Spagnaceae
Species    :  Marchantia sp. Anthoceros sp., Spagnum,  dll.

C.  Bahan 
      Semua koleksi Lichenes dan Lumut, antara lain :

Lichenes :
1. Parmelia sp.
2. Ramalina sp.
3. Usnea sp.
4. dll.

Tumbuhan Lumut :
1. Marchantia sp. (Lumut hati)
2. Anthoceros sp. (Lumut tanduk)
3. Spagnum sp. (Lumut daun)
4. dll

D.  Cara  Kerja
1.  Cari spesimen Lichenes dan Lumut di sekitar kampus atau di sekitar tempat tinggal saudara.
2.  Specimen yang telah disiapkan diamati bagian-bagiannya satu persatu, serta dibuat gambar morfologisnya.
3.  Masing-masing specimen dibandingkan satu dengan yang lainnya dan hasil pengamatan dicatat dalam tabel seperti di bawah ini :
No
Nama
Specimen
Karakteristik
Habitus
Akar
Batang
Daun
Organ reprodukif
Sifat ciri lain

































URAIAN  BAHAN  PRAKTIKUM

A. LICHENES
  1. Parmelia caperata
Klasifikasi
Divisi      :
Kelas      :
Ordo       : 
Famili     :
Genus    : Parmelia
Spesies  : Parmelia caperata
        Parmelia cuperita


 

Parmelia cuperita
Deskripsi :

Thallus berupa lembaran-lembaran (foliose) yang melekat pada pohon-pohon atau bebatuan. Warna thallus hijau cerah – hijau pucat. Pada P. cuperita thallus membentuk seperti lingkaran, pada bagian tepinya warna lebih muda/pucat.
 

2. Ramalina sp.












Klasifikasi
Divisi      :
Kelas      :
Ordo       : 
Famili     :
Genus    : Ramalina
Spesies  : Ramalina sp.


 






Keterangan :
1.     Thallus
2.     Apotesium

 






Deskripsi :

Thallus menyerupai semak (crustose), mempunyai holdfast untuk menempel pada pohon-pohon atau bebatuan. Memiliki tubuh buah berupa apotesium yang menghasilkan spora.
 

3
 
2
 
Deskripsi :

Thallus menyerupai semak (crustose), mempunyai holdfast untuk menempel pada pohon-pohon atau bebatuan. Memiliki tubuh buah berupa apotesium yang didalamnya terdapat spora.
 
Usnea
1
 
Klasifikasi
Divisi      :
Kelas      :
Ordo       : 
Famili     :
Genus    : Usnea
Spesies  : Usnea sp.


 
Keterangan :
1.     Thallus
2.     Holdfast
3.     Apotesium

 
3. Usnea sp.
A. LUMUT
1. Marchantia sp.


















Klasifikasi
Divisi      : Bryopphyta
Kelas      : Hepaticopsida
Ordo       : Marchantiales
Famili     : Marchantiaceae
Genus    : Marchantia
Spesies  : Marchantia sp.


 




Keterangan :
1.     Thallus
2.     Arkegonia
3.     Anteredia
4.     Arkegoniofor
5.     Anterediofor
6.     Filoid
7.     Gemma cup

 











Deskripsi :

Thallus berbentuk seperti hati, tumbuh mendatar, bercabang menggarpu, mempunyai rizoid yang sangat kecil dan halus. Warna thallus hijau. Pada bagian rusuk filoid permukaan atas terdapat gemma cup untuk reproduksi aseksual dapat lepas dari tubuh induk dan menjadi individu baru. Arkegonia menghasilkan sel telur sedangkan anteridia menghasilkan sperma.
 
 


2. Anthoceros  sp.










Klasifikasi
Divisi      : Bryopphyta
Kelas      : Anthocerotopsida
Ordo       : Anthocerotales
Famili     : Anthocerotaceae
Genus    : Anthoceros
Spesies  : Anthoceros sp.


 



Keterangan :
1.     Thallus gametofit
2.    sporofit
1.     kaki

 





Deskripsi :

Tubuh gametofit berupa thallus sederhana dengan tepi bertoreh dan melekat pada tanah dengan menggunakan rizoid. Sporofit menyerupai ujung tanduk, terdiri dari kaki dan kapsula. Sporogonium panjang, silindris dan tumbuh tegak terhadap permukaan thallus.
 


3. Sphagnum  sp.











Klasifikasi
Divisi      : Bryopphyta
Kelas      : Bryopsida
Ordo       : Sphagnales
Famili     : Sphagnaceae
Genus    : Sphagnum
Spesies  : Sphagnum sp.


 






Keterangan :
2.     Filoid
3.     Cauloid

 






Deskripsi :

Tubuh Gametofit sudah dapat dibedakan antara culoid dengan filoid. Rizoid serabut pendek. Cauloid bercabang-cabang banyak, cabang-cabang yang muda tumbuh tegak dan membentuk roset pada ujungnya. Sporogonium hanya membentuk tangkai pendek dengan kaki yang membesar. Kapsul spora berbentuk bulat.
 


ACARA   IV
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU

A. Tujuan Praktikum
1.       Mengenal beberapa jenis Tumbuhan Paku beserta bagian-bagiannya.
2.       Mengamati dan membandingkan karakter masing-masing specimen

A. Tinjauan Pustaka
Pteridophyta (paku-pakuan) merupakan tumbuhan yang sudah berkormus: tubuhnya dapat dibedakan antara akar, batang dan daun, tetapi belum menghasilkan biji sehingga masih dikelompokkan dalam tumbuhan tingkat rendah.. Alat perkembangbiakan yang utama adalah spora.
Ciri umum tumbuhan Paku, antara lain :
1.      Akarnya bersifat endogen dan tumbuh ke samping dari batang.
2.      Batang bercabang-cabang menggarpu (dikotom) atau membentuk cabang-cabang ke samping.
3.      Daun-daun terutama yang tinggi tingkat perkembangannya mempunyai sifat-sifat yang sama dengan daun pada tumbuhan tinggi, namun yang masih primitif daunnya masih sederhana, belum mempunyai helaian daun dan dinamakan mikrofil.
4.      Akar dan batang sudah memiliki berkas pengangkutan yang tersusun atas xylem dan floem
5.      Spora dan sporangium terbentuk pada daun kadang-kadang pada ketiak daun. Pada tumbuhan paku yang rendah tingkatnya, sporangium hanya ada pada ujung tunas.
6.      Daun-daun yang mempunyai sporangium disebut sporofil (daun fertil). Kadang-kadang daun sporofil ini mempunyai bentuk yang berbeda dengan daun yang steril (tropofil) yang hanya digunakan untuk asimilasi.
Klasifikasi Tumbuhan Paku Bahan Praktikum:
Divisio    :  Psylophyta, Lycophyta, Arthrophyta, Pterophyta
Classis     :  Psylophytopsida, Equisetinae, Eligulopsida, Filicinae,
                    Leptosporangiopsida
Ordo        :  Psylotales, Equisetales, Lycopodiales, Marattiales, Marsileales
Familia    :  Psilotaceae, Equisetaceae, Lycopodiaceae, Polypodiaceae,
                    Marsileaceae

C.  Bahan 
Semua koleksi tumbuhan paku, antara lain :
1.      Psilotum nudum
2.      Equisetum debile
3.      Lycopodium sp.
4.      Adiantum sp.
5.      Marsilea crenata
6.      Selaginella sp
7.      Neprolephis sp.


D.  Cara  Kerja
1. Cari spesimen di sekitar kampus atau di sekitar tempat tinggal saudara, usahakan lengkap dengan organ vegetatif dan generatifnya.
2.  Specimen yang telah disiapkan diamati bagian-bagiannya satu persatu, serta dibuat gambar morfologisnya.
3.  Masing-masing specimen dibandingkan satu dengan yang lainnya dan hasil pengamatan dicatat dalam tabel seperti di bawah ini :
No
Nama
Specimen
Karakteristik
Habitus
Akar
Batang
Daun
Organ reprodukif
Sifat ciri lain

















URAIAN  BAHAN  PRAKTIKUM

1. Psilotum nudum


















Deskripsi :
Disebut juga sebagai paku telanjang karena belum berakar dan berdaun.Sisik pada batang (caulis) adalah sebagai daun sederhana (mikrofil). Habitus berupa terna kecil rendah, bercabang-cabang menggarpu. Mikrofil berbentuk sisik, tidak bertulangdan tersusun jarang-jarang dalam spiral. Sporangium terdapat diantara taju-taju sporofil yang berbagi menggarpu.

 

2. Equisetum debile

Keterangan
1.     Caulis
2.        Strobillus
3.        Mikrofil
4.        Buku-buku  batang

 
1
 
Klasifikasi
Divisi      : Arthrophyta
Kelas      : Calamopsida
Ordo       : Equisetales
Famili     : Equisetaceae
Genus    : Equisetum
Spesies  : Equisetum debile


 














Deskripsi :
Batang berbuku-buku, daun kecil seperti selaput tersusun berkarang, sporofil berbentuk perisai dan terdapat dalam strobillus.Batang berwarna hijau dan mengandung klorofil.

 

3. Lycopodium sp.



Klasifikasi
Divisi      : Lycophyta
Kelas      : Eligulopsida
Ordo       : Lycopodiales
Famili     : Lycopodiaceae
Genus    : Lycopodium
Spesies  : Lycopodium sp.


 


4. Adiantum sp.


Klasifikasi
Divisi      : Filicophyta
Kelas      : Leptosporangiopsida
Ordo       : Filicales
Famili     : Polypodiaceae
Genus    : Adiantum
Spesies  : Adiantum sp.


 

5. Marsilea crenata



Klasifikasi
Divisi      : Filicophyta
Kelas      : Leptosporangiopsida
Ordo       : Marsileales
Famili     : Marsileaceae
Genus    : Marsilea
Spesies  : Marsilea crenata


 

6. Selaginella sp.

Klasifikasi
Divisi      : Lycophyta
Kelas      : Ligulopsida
Ordo       : Selaginellales
Famili     : Selaginellaceae
Genus    : Selaginella
Spesies  : Selaginella sp


 

7. Nephrolepis sp.

Klasifikasi
Divisi      : Filicophyta
Kelas      : Leptosporangiopsida
Ordo       : Filicales
Famili     : Polypodiaceae
Genus    : Nephrolepis
Spesies  : Nephrolepis sp.


 

8. Polypodium sp.



Klasifikasi
Divisi      : Filicophyta
Kelas      : Leptosporangiopsida
Ordo       : Filicales
Famili     : Polypodiaceae
Genus    : Polypodium
Spesies  : Polypodium sp.


 

ACARA   VI
MID  TES  PRAKTIKUM

Mid Tes dilaksanakan pada pertengahan Semester sebagai evaluasi pelaksanaan praktikum. Mahasiswa diminta mengerjakan soal-soal dari semua specimen yang pernah dipraktikumkan. Jenis soal dan mekanisme Tes sesuai dengan kesepakatan Dosen dan Asisten.

ACARA    VII
PINOPHYTA DAN MAGNOLIOPHYTA

A.    Tujuan Praktikum
  1. Mengenal  beberapa jenis Tumbuhan  dari divisi Pinophyta dan Magnoliophyta beserta  bagian-bagiannya.
  2. Mengamati dan membandingkan karakter masing-masing specimen

B. Tinjauan Pustaka
b.1.   Pinophyta
........ Ciri umum :
1.       Bijinya ”telanjang” yang tumbuh kurang lebih terdedah ke udara pada permukaan dari sisik runjung (strobilus) atau pada tangkai di antara daun-daun
2.       Tidak adanya pembuahan ganda
3.       Tidak ada pembuluh trakea pada xylem, kecuali pada Gnetophytina
4.       Tidak ada sel pengantar pada pembuluh floem
5.       Gametofit betina terdiri dari banyak sel atau banyak nukleus
6.       Adanya archegonium pada gametofit betina (kecuali pada gnetum dan welwitschia)

b.2.    Magnoliophyta
         Ciri umum :
1.   Bakal biji selalu terdapat dalam bakal buah
2.   Bunga bermacam-macam bentuk dan susunannya
3.   Terjadi pembuahan ganda
4.   Adanya trakhea dalam xylem
5.   Adanya elemen tapis dan sel pengantar pada floem
6.   Kantong embrio dengan 8 inti (1 telur, 2 sinergid, 3 kalaza dan 2 inti polar)

Klasifikasi Pinophyta dari bahan praktikum
Divisi      :  Pinophyta
Kelas       :  Cycadinae, Coniferae, Gnetinae
Ordo        :  Cycadales, Coniferales, Gnetales
Famili      :  Cycadaceae, Pinaceae, Gnetaceae

Klasifikasi Magnoliophyta dari bahan praktikum :
Divisi      :  Magnoliophyta
Kelas       :  Magnoliopsida
Ordo        :  Sapindales, Caryophyllales, Myrtales
Famili      :  Anacardiaceae, Nyctaginaceae, Myrtaceae

C.  Bahan

Tumbuhan Pinophyta,
antara lain :
1. Cycas rumphii Mig..
2. Gentum gnemon L.
3. Pinus merkusii Jungh.
Tumbuhan Magnoliophya,
antara lain :
1. Mangifera indica
2. Mirabilis jalapa
3. Psidium guajava


D.  Cara  Kerja
1. Cari spesimen di sekitar kampus atau di sekitar tempat tinggal saudara, usahakan lengkap dengan organ vegetatif dan generatifnya.
2.  Specimen yang telah disiapkan diamati bagian-bagiannya satu persatu, serta dibuat gambar morfologisnya.
3.  Masing-masing specimen dibandingkan satu dengan yang lainnya dan hasil pengamatan dicatat dalam tabel seperti di bawah ini :
No
Nama
Specimen
Karakteristik
Habitus
Akar
Batang
Daun
Organ reprodukif
Sifat ciri lain

















URAIAN  BAHAN  PRAKTIKUM

  1. PINOPHYTA
1. Cycas rumphii





















2. Gnetum gnemon






















Klasifikasi
Divisi      : Pinophyta
Kelas      : Coniferae
Ordo       : Coniferales
Famili     : Pinaceae
Genus    : Pinus
Spesies  : Pinus merkusii


 
3. Pinus merkusii








1
 
 

 















B.   MAGNOLIOPHYTA
1. Mangifera indica
















1
 



3
 



2
 





4
 





5
 




Deskripsi :
            Habitus pohon, daun bertangkai, bentuk lanset memanjang dengan ujung runcing. Bunga berumah satu, berkelamin campuran, terangkai sebagai malai panjang 6-40 cm. bunga kerapkali berbilangan 5. daun mahkota dan daun kelopak bulat telur memanjang. Benangsari ± panjangnya sama dengan mahkota, staminodia sangat pendek tertancap pada tonjiolandasar bunga. Buah berbentuk bola sampai ellipsoid, termasuk buah sejati tunggal dengan 3 lapisan yang terdiri dari lapisan exocarpium (tipis,kaku seperti kulit), mesocarpium (tebal sebagai daging buah) dan endocarpium (cukup tebal dank eras). Biji batu berdinding tebal.

 


2. Mirabilis jalapa

3. Psidium guajava













1
 



2
 



3
 



Deskripsi :
            Habitus perdu atau pohon kecil, berkayu. Daun muda berbulu abu-abu, daun bertangkai pendek, bentuk bulat panjang atau mamanjang, duduk daun berhadapan. Bunga terletak di ketiak, bertangkai. Tabung kelopak berbentuk lonceng atau bentuk corong, daun mahkota bulat telur terbalik. Benangsari pada tonjolan dasar bunga yang berbulu, putih, pipih dan lebar, tangkai putik berwarna seperti mentega. Bakal buah tenggelam, buah buni bundar dengan daging buah putih kekuningan atau merah muda.

 

ACARA  VIII
KEANEKARAGAMAN MAGNOLIOPSIDA :
ORDO FABALES

A.  Tujuan
1.       Mengenal  beberapa jenis Tumbuhan  dari suku-suku dalam bangsa Fabales (Leguminosae) beserta  bagian-bagiannya.
2.       Mengamati dan membandingkan anggota suku dari bangsa Fabales

B.  Tinjauan Pustaka
Famili Leguminosae merupakan salah satu dari 3 famili terbesar (Leguminosae, Graminae dan Orchidaceae). Familia ini telah diangkat menjadi Ordo Fabales.Ciri khasnya adalah terdapatnya buah yang disebut buah polong yaitu buah yang berasal dari 1 daun buah dengan atau tanpa sekat-sekat semu. Karena besarnya  anggota yang dimiliki (11500 jenis dalam lebih dai 500 marga) maka ordo ini dibagi menjadi 3 familia (Mimosaceae, Fabaceae dan Caesalpiniaceae)
b.1. Mimosaceae
Bunga banci aktinomorf, kelopak berbilangan 4 – 5 berlekatan, daun-daun mahkota bebas satu dengan lainnya. Kebanyakan bunganya terangkai dalam bunga majemuk bentuk bongkol. Habitus dapat berupa terna, semak, perdu atau pohon, kadang-kadang berduri, daun majemuk menyirip ganda atau campuran.
b.2. Fabaceae
 Terna, semak, perdu, atau pohon dengan daun tunggal atau majemuk. Bunga banci, zigomorf, kelopak berbilangan 5, pada pangkal berlekatan, mahkota berbentuk kupu-kupu terdiri atas 5 daun mahkota dengan susunan yang khas. Buah polong yang bila masak bisa pecah, tapi ada juga yang tidak pecah.


b.3. Cesalpiniaceae
Hampir semua berupa perdu atau pohon. Daun majemuk menyirip atau menyirip ganda, jarang sekali tunggal atau beranak daun 1. Mahkota  bunga berbentuk seperti kupu-kupu dengan daun mahkota yang bebas.
Klasifikasi dari bahan praktikum :
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Ordo                : Fabales
Familia             : Mimosaceae, Fabaceae & Caesalpiniaceae
C. Bahan

 Beberapa jenis tumbuhan dari familia Fabaceae yang ada di sekitar  kampus dan rumah mahasiswa, antara lain :

1.       Lamtoro (Leucaena glauca)
2.       Putri malu (Mimosa pudica)
3.       Akasia (Acacia sp.)
4.       Dadap (Erythrina s.p)
5.       Orok-orok (Crotalaria sp)
6.       Kembang merak (Caesalpinnia pulcherrima)
7.       Johar (Cassia siamea)
8.       Secang (Cassia sappan)
9.       Bunga kupu-kupu
      (Bauhinia purpurea)
10.   dll.

D.  Cara  Kerja
1. Cari spesimen di sekitar kampus atau di sekitar tempat tinggal saudara, usahakan lengkap dengan organ vegetatif dan generatifnya.
2.  Specimen yang telah disiapkan diamati bagian-bagiannya satu persatu, serta dibuat gambar morfologisnya.
3.  Masing-masing specimen dibandingkan satu dengan yang lainnya dan hasil pengamatan dicatat dalam tabel seperti di bawah ini :
No
Nama
Specimen
Karakteristik
Habitus
daun
bunga
buah
Sifat ciri lain














URAIAN  BAHAN  PRAKTIKUM

1. Lamtoro
















2
 



3
 



1
 




4
 






Deskripsi :
            Habitus berupa perdu atau pohon. Daun menyirip ganda dengan sirip 3 – 10 pasang. Anak daun tiap sirip 5 – 20 pasang,bentuk garis lanset dan ujung runcing. Bunga berbilangan lima. Bongkol bertangkai panjang. Tabung kelopak berbentuk lonceng, daun mahkota lepas. Buah berupa polong diatas tanda bekas mahkota bertangkai pendek, bentuk pita, pipih dan tipis. Terdapat sekat diantara biji-bijinya. Biji bulat telur terbalik, coklat tua.

 
 


2. Putri malu



















Deskripsi :
            Berupa herba memanjat atau berbaring atau setengah perdu. Akar pena kuat. Batang dengan rambut sikat yang mengarah miring ke bawah dan duri temple bengkok yang tersebar. Daun penumpu berbentuk lanset. Daun majemuk campuran dengan susunan yang menjari dari dan menyirip. Anak daun tiap sirip 5 – 26 pasang. bunga terkumpul dalam bongkol yang panjang menjadi satu, kelopak sangat kecil, seperti selaput putih, tabung mahkota kecil seperti selaput putih, benang sari 4, berlepasan dan berwarna ungu. Buah polong pipih, bentuk garis. Biji bulat dan pipih.

 

3. Akasia

4. Dadap













Deskripsi :
            Habitus pohon, batang dan ranting kebanyakan berduri temple. Poros daun dengan tangkai panjang 10 -40 cm, tidak berduri. Anak daun bulat telur terbalik, segitiga atau bentuk belah ketupat dengan ujung tumpul, tepi rata, anak daun ujung yang terbesar. Bunga dalam tandan samping. Bunga tiga tiga pada tonjolan. Kelopak akhirnya membelah dalam seperti pelepah, warna merah. Bakal buah berambut rapat, bertangkai. Buah berupa polong, menyempit diantara biji-biji.

 

5. Orok-orok













Deskripsi :
            Habitus semak tegak. Daun penumpu bentuk paku, rontok.  Anak daun oval, bulat telur terbalik memanjang, tepi rata, sisi bawah berambut rapat. Bunga dalam tandan yang terdiri dari 20 – 100 bunga. Kelopak berbagi sampai sedikit diatas tengah. Daun pelindung pada pangkal kelopak dan rontok sebelum mekar. Mempunyai helaian bendera yang pada pangkalnya terdapat 2 tonjolan. Polongan mengarah ke bawah, menggelembung, tanpa sekatan. Biji berbentuk ginjal.

 

6. Kembang Merak







Deskripsi :
            Habitus perdu tegak. Batang dan ranting kerapkali berduri temple, tidak berambut. Daun majemuk menyirip dengan sirip 3 – 9 pasang yang tertengah yang terbesar. Anak daun menyirip 4 – 12 pasang, bentuk oval atau bulat telur terbalik. Bunga berkelamin 2 atau sebagian bekelamin jantan yang tersusun dalam tandan yang tidak bercabang atau bercabang sedikit. Tabung kelopak pendek, daun mahkota merah atau kuning. Benang sari lepas, tangkai sari pada pangkal berambut panjang. Polongan berbentuk garis, pipih.

 

7. Johar









Deskripsi :
            Habitus pohon. Daun menyirip genap. Anak daun oval sampia memanjang. Kelopak berbagi lima kedalam, daun mahkota kuning cerah.

 

8. Bunga Kupu-kupu












Deskripsi :
             

 


9. Centrosema pubescent

ACARA  IX
KEANEKARAGAMAN MAGNOLIOPSIDA :
ORDO APOCYNALES


A.     Tujuan
1.       Mengenal  beberapa jenis Tumbuhan  dari ordo Apocynales beserta  bagian-bagiannya.
2.       Mengamati dan membandingkan anggota ordo Apocynales

B. Uraian
Terna, semak atau pohon, daun tunggal dengan duduk berhadapan atau berkarang. Bunga banci, jarang yang berkelamin tunggal, aktinomorf berbilangan 4-5 dengan daun-daun mahkota berlekatan dan dalam keadaan kuncup seperti terpuntir ke satu arah. Bakal buah menumpang.
a.1. Famili Apocynaceae
Daun  mahkota berlekatan membentuk buluh yang relatif panjang dengan di bagian atas taju-taju yang dalam keadaan kuncup terpuntir ke satu arah. Benangsari sebagian berlekatan dengan buluh mahkota, berseling dengan taju-taju mahkota, kepala sari panjang bangun anak panah. Bakal buah tenggelam atau setengah tenggelam.
a.2. Famili Asclepiadaceae
Sering terdapat mahkota tambahan (korona) di sebelah dalam mahkota. Benang sari bebas atau berlekatan pada pangkalnya. Tangkai sari pendek, kepala sari besar, berlekatan satu dengan yang lain dan berlekatan pula dengan kepala putik. Serbuk sari bergandengan membentuk polinia. Bakal buah dua, bebas, menumpang

Klasifikasi dari bahan praktikum :
Divisio        :  Magnoliophyta
Classis        :  Magnoliopsida
Ordo           :  Apocynales
Familia        :  Apocynaceae, Asclepiadaceae
C.  Bahan

Beberapa jenis tumbuhan dari ordo Apocynales yang ada di sekitar  kampus dan rumah tinggal mahasiswa, antara lain :
1. Oleander (Nerium  indicum)
2. Kamboja  (Plumeira acuminata)
3. Alamanda (Allamanda chatartica)
4. Bintaro (Cerbera manghas)
5. Gondang (Thevetia peruviana)
6. Tapak Doro (Cathatanthus roseus)
7. Biduri (Calotropis giganthea)

D.  Cara  Kerja
1.       Cari spesimen di sekitar kampus atau tempat tinggal saudara, usahakan lengkap dengan organ vegetatif dan generatifnya.
2.       Specimen yang telah disiapkan diamati dan diperhatikan bagian-bagiannya satu persatu, serta dibuat gambar morfologisnya.
3.       Masing-masing specimen dibandingkan satu dengan yang lainnya dan hasil pengamatan dicatat dalam tabel seperti di bawah ini :

No
Nama
Specimen
Karakteristik
Habitus
daun
bunga
buah
Sifat ciri lain




































URAIAN  BAHAN  PRAKTIKUM  

1. Bunga Mentega

2.  Kamboja



3. Alamanda

4. Bintaro



5. Gondang



6. Tapak Dara

7. Biduri









ACARA X

KEANEKARAGAMAN MAGNOLIOPSIDA :
ORDO RANALES


A.  Tujuan
  1. Mengenal  beberapa jenis Tumbuhan  dari ordo Ranales beserta  bagian-bagiannya.
  2. Mengamati dan membandingkan anggota ordo Ranales

B.  Uraian
Sebagian besar berupa tumbuhan berkayu, kadang-kadang dalam kayunya belum terdapat trakea, sebagian kecil berupa terna. Ordo Ranalaes juga dipandang sebagai kelompok dikotil yang dalam perkembangan filogenetik selanjutnya akan menghasilkan kelompok tumbuhan monokotil. Hal ini didasarkan pada ditemukannya sifat-sifat umum tumbuhan monokotil pada warganya. Misal adanya daun-daun yang duduk berseling (mengikuti rumus ½) dan bunga yang bagian-bagiannya berbilangan 3 (trimer), dan adanya daun-daun bertulang mlengkung.
b.1. Famili Magnoliaceae
Tumbuhan berkayu, daun tunggal duduk tersebar. Bunga banci, aktinomorf, hiasan bunga dapat jelas dibedakan, kadang ada tenda bunga dalam jumlah besar tersusun spiral tanpa perbedaan yang jelas antara mahkota dan kelopaknya. Benangsari banyak teratur dalam spiral. Bakal buah banyak tersusun spiral
b.2. Famili Annonaceae
Tumbuhan  berkayu dengan daun tunggal yang duduknya tersebar atau berseling. Bunga banci, jarang berkelamin tunggal, aktinomorf, biasanya berbilangan 3, seringkali mempunyai 2 lingkaran daun-daun mahkota. Benangsari banyak, bakal buah satu – banyak, bebas satu dengan yang lain.
b.3. Famili Nymphaceae
Hidrofit yang tumbuh di rawa-rawa atau daerah tergenang air. Bagian bunga terpisah-pisah, aktinomorf, tenda bunga berbilangan 3 sampai banyak yang berfungsi sebagai daun kelopak atau hanya 6 tenda bunga tersusun dalam 2 lingkaran.
Klasifikasi dari bahan praktikum :
Divisio    :  Magnoliophyta
Classis     :  Magnoliopsida
Ordo        :  Ranales
Familia    :  Magnoliaceae, Annonaceae, Nymphaeaceae

C.  Bahan

 Beberapa jenis tumbuhan dari ordo Ranales yang ada di sekitar  kampus dan rumah tinggal mahasiswa, antara lain :

1. Cempaka (Michelia champaca)
2. Cempaka putih (Michelia alba)
3. Sirsak (Anona muricata)
4. Srikaya (Anona squamosa)
5. Kenanga (Cananga odorata)
6. Lotus (Nymphaea lotus)
7. Teratai (Nymphaea stellata)


D.  Cara  Kerja
1. Cari spesimen di sekitar kampus atau di sekitar tempat tinggal saudara, usahakan lengkap dengan organ vegetatif dan generatifnya.
2.  Specimen yang telah disiapkan diamati bagian-bagiannya satu persatu, serta dibuat gambar morfologisnya.
3.  Masing-masing specimen dibandingkan satu dengan yang lainnya dan hasil pengamatan dicatat dalam tabel seperti di bawah ini :
No
Nama
Specimen
Karakteristik
Habitus
daun
bunga
buah
Sifat ciri lain















URAIAN  BAHAN  PRAKTIKUM

1. Cempaka

2. Cempaka putih

3. Sirsak



4. Srikaya









5. Kenanga

6. Lotus

7. Teratai

8. Nelumbo nucifera









ACARA    XI
KEANEKARAGAMAN LILIOPSIDA

A.  Tujuan
1.  Mengenal  beberapa jenis Tumbuhan  dari kelas Liliopsida beserta  bagian-bagiannya.
2.   Mengamati dan membandingkan anggota kelas Liliopsida

B.  Tinjauan Pustaka
Liliopsida atau monocotyledon merupakan sekumpulan tumbuhan berbunga yang mendominasi sebahagian besar bumi ini terdiri antara 50.000 hingga 60.000 spesies. Menurut IUCN, jumlahnya 59.300 spesies. Dari segi biomassa yang dihasilkan, Liliopsida kebanyakan terdiri dari tumbuhan pertanian.
Famili yang terbesar dalam kumpulan ini (dan dalam kumpulan tumbuhan berbunga) ialah Orchidaceae, yang meliputi 20,000 spesies. Dari segi ekonomi, famili yang paling penting dalam kumpulan ini ialah Poaceae (Gramineae) dan Arecaceae (Palmae).

Ciri umum Liliopsida :
1.       Berdaun tunggal, berupih, kadang mempunyai lidah-lidah sebagai metamorfosis dari daun penumpu, duduk daun berseling/roset, tulang daun sejajar/melengkung
2.       Mempunyai batang yang dari pangkal ke ujung hampir sama besar, tidak bercabang-cabang, memiliki buku dan ruas batang yang jelas
3.       Bunga dengan bagian-bagiannya berbilangan tiga (trimer)
4.       Bijinya mempunyai satu daun lembaga (cotyledon)
5.       Tidak ada kambium sehingga tidak ada pertumbuhan sekunder
6.       Akar lembaga yang muncul kemudian mati disusul pembentukan akar-akar yang kurang lebih sama besarnya membentuk sistem perakaran serabut
7.       Berkas pengangkut pada akar bersifat kolateral tertutup dan tetap radial seperti semula

Klasifikasi bahan praktikum :
Divisio    :  Magnoliophyta
Classis     :  Liliopsida
Ordo        :  Zingiberales (Scitaminae), Cyperales, Poales
Familia    :  Musaceae, Cannaceae, Zingiberaceae, Orchidaceae, Liliaceae,  Agavaceae, Cyperaceae, Poaceae

C.  Bahan

 Beberapa jenis tumbuhan dari kelas liliopsida yang ada di sekitar  kampus dan tempat tinggal mahasiswa, antara lain :
1. Pisang (Musa paradisiaca L.)
2. Ganyong (Canna hibrida)
3. Jahe/kunyit (Curcuma sp.)
4. Andong (Cordyline)
5. Agave (Agave sp.)
6. Anggrek (Cattleya sp)
7. Rumput teki (Cyperus rotundus.)
8. Padi (Oryza sativa)

D. Cara  Kerja
1. Cari spesimen di sekitar kampus atau di sekitar tempat tinggal saudara, usahakan lengkap dengan organ vegetatif dan generatifnya.
2.  Specimen yang telah disiapkan diamati bagian-bagiannya satu persatu, serta dibuat gambar morfologisnya.
3.  Masing-masing specimen dibandingkan satu dengan yang lainnya dan hasil pengamatan dicatat dalam tabel seperti di bawah ini :
No
Nama
Specimen
Karakteristik
Habitus
daun
bunga
buah
Sifat ciri lain






















URAIAN  BAHAN  PRAKTIKUM

Klasifikasi
Divisi      : Magnoliophyta
Kelas      : liliopsida
Ordo       : Zingiberales
Famili     : Musaceae
Genus    : Musa
Spesies  : Musa sp.


 
1. Pisang










2.  Ganyong






Klasifikasi
Divisi      : Magnoliophyta
Kelas      : liliopsida
Ordo       : Zingiberales
Famili     : Cannaceae
Genus    : Canna
Spesies  : Canna 


 



3. Jahe

4. Andong

5. Agave

6. Anggrek

7. Rumput Teki
 


8. Padi



ACARA   XII
EKSPLORASI  FLORA KAMPUS

A.    Tujuan
  1. Mengenal jenis-jenis tumbuhan yang ada di kampus
  2. Membuat ”data base” Tumbuhan yang ada di sekitar kampus

B.     Cara  Kerja
1.      Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok
2.      Menjelajahi area di sekitar kampus untuk mendata jenis-jenis tumbuhan sesuai lokasi yang telah ditentukan
3.      Identifikasi dilakukan sampai tingkat paling bawah. Tumbuhan yang belum teridentifikasi diambil gambarnya atau sampel serta dicatat ciri-ciri morfologinya
4.      Hasil pengamatan ditabulasi dalam tabel data sebagai berikut :

No
Nama lokal
Nama ilmiah
(jenis,marga,fam)
Habitus
Keterangan (asal/lokasi)
Kolektor (nama/NIM)































5.      Setelah pengamatan selesai, mahasiswa kembali ke kelas untuk pengumpulan data
6.      Data masing-masing kelompok digabungkan untuk dijadikan sebagai data kelas. Caranya tiap-tiap kelompok mempresentasi-kan hasil pengamatannya sedangkan kelompok lain mencocok-kan, menambahkan jenis yang belum ada, jenis yang sama tidak perlu dicatat lagi, demikian seterusnya sampai semua jenis tumbuhan yang teramati tercatat dalam daftar data kelas.

C.   HASIL KERJA
1.       Berapa jenis tumbuhan yang berhasil didata, berapa persen yang bisa teridentifikasi sampai tingkat jenis, marga, famili atau bangsa?.
2.       Berapa persen jenis pohon, semak dan herba, jenis apa yang mendominasi?.
3.       Adakah jenis alga, lichenes, lumut dan paku-pakuan
4.       Bagaimana gambaran keanekaragaman flora kampus MIPA UNNES?.


FORMAT LAPORAN PRAKTIKUM


A. Laporan Sementara Hasil Praktikum
 



















B. Laporan Resmi Praktikum

   Sistematika Penulisan Laporan :
I.        PENDAHULUAN (berisi latar belakang dan tujuan)
II.      TINJAUAN PUSTAKA
III.   ALAT BAHAN DAN CARA KERJA
IV.   HASIL PENGAMATAN
V.     PEMBAHASAN
VI.   KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

CATATAN :

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tulis komentar anda, untuk blog ini yang lebih baik.

Apakah blog ini bermanfaat untuk Anda?

Pengunjung

Pengikut